Tipikal Polisi Cepek

Tipikal Polisi Cepek

Polisi cepek, sebuah istilah yang kalau diurai berasal dari kata Polisi dan Cepek. Polisi, jelas..yg dalam hal ini lebih mengarah ke pengatur ketertiban lalu lintas.

Sedangkan cepek, berarti seratus rupiah, walau kenyataannya sepertinya jarang yang ngasih cuma seratus, kisarannya biasanya lima ratus sampai dua ribu rupiah.

Ada juga yang menyebut Polisi Cepek dengan sebutan Pak Ogah. Tokoh yang muncul dalam serial Film Si Unyil.

Kalau sampeyan berjalan – jalan di sekitar Kota Bandung, mungkin juga kota besar laiinya, penampakan mereka tak sedikit. Biasanya mangkal di pertigaan, perempatan atau jalan kecil.

Dua faktor, yang menjadi penyebab kemunculan mereka barangkali, karena faktor ekonomi dan kesemrawutan lalu lintas itu sendiri.

Bila kita renungkan, dari beberapa Polisi Cepek yang ada, minimal yang saya temui, ternyata ada beberapa tipikal dari mereka.

Pertama, mereka yang faktor mengatur dan menolong orang / kendaraan lebih dominan dibanding faktor ekonomi.

Maksud saya, ada sebagian kecil dari mereka mau mobil, mau motor mereka seberangkan dengan senang hati. Bahkan ketika pengendara tak memberikan tip pun, mereka tetap tersenyum tanpa mengumpat.

Untuk kategori yang ini, boleh dibilang agak jarang. Yang saya temui yang kategori ini, bila di Bandung, diantaranya yang di Pertigaan Jalan Nasution, menuju Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Bandung.

Kedua, Mereka yang pilih-pilih untuk menyebarangkan. Kategori ini, biasanya kalau mobil yang lewat, diseberangkan, kalau motor yang lewat dibiarkan.

Ini yang mayoritas, menurut saya. Jadi, lagi2 pertimbangan ekonomi yang mendominasi perbuatan mereka. Namun, yang kategori ini, bila pengendara tidak memberikan tip, masih bisa terdiam tanpa mengumpat.

Yang lumayan parah, adalah yang ketiga. Yakni mereka yang ketika menyeberangkan, dan tak dikasih tips, umpatan dan cacian akan keluar dari mulut mereka.

Yang kategori ini, sebenarnya juga sedikit jumlahnya, ga banyak.

Diluar faktor ekonomi dan kesemrawutan lalu lintas itu sendiri, ternyata ada juga yang memanfaatkan Polisi Cepek untuk promosi.

Jangan bayangkan, yang jadi polisi cepek itu anak remaja yang lusuh, namun tentu…. wanita berparas cantik.

Kalau sudah begini…. bukan lancar yang ada, justru malah macet yang terjadi. Dan ini memang tujuan mereka menarik simpati.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: