Sing apal kitab pirang2, sing nglakoni arang

Sing apal kitab pirang2, sing nglakoni arang

Salah satu kalimat yang saya masih terkenang dari Almarhum Kyai Ahmad Munfasih, guru, sahabat, paman saya, yakni sing apal kitab pirang-pirang, sing nglakoni arang (yang hafal kitab banyak, yang menjalani jarang).

Kabetulan hari ini tak terasa sudah 100 hari, beliau meninggal.

Al Fatihah….

Kalimat itu sebenarnya bukan mengejek, yang saya tafsiri ialah sebagai bentuk keprihatinan atas adanya jarak yang jauh antara apa yang kita pelajari, dengan apa yang kita eksekusi.

Ungkapan yang mencerminkan tak sedikit kita hanya pandai membaca tapi tak pandai mempraktekkan apa yang kita baca.

Itu menimpa, bisa pada diri saya, sampeyan, juga yang lain. Menimpa ke yang masih muda, yang setengah tua, juga yang tua beneran.

Padahal…

Kitapun sadar dan mengerti, membaca, mempelajari tak bisa merubah boro2 orang lain, diri kita sendiripun tak bisa diubah, kalau…. kita tak mengeksekusi.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: