Santri itu apa sih ?

Santri itu Apa sih ?

Santri, bagi saya yang terlahir di desa, sebenarnya lebih akrab dengan istilah santri, dibanding mahasiswa.

Beneran…

Apalagi generasi 70an, yang pada saat itu, tertanam persepsi, santri itu yang ga bisa nerusin sekolah, ga punya duit, atau ga lolos ujian pas masuk SMP, atau SMA lah…

Minimal, yang tertanam di kepala saya, dengan segala lingkungan pedesaan di tempat saya tinggal.

Lebih sedih lagi, yahhhh itu, kalau ke pesantren, yang tertanam dalam otak, pesantren itu, tempatnya ga mentereng seperti sekolah, santrinya bahkan kadang kudisan…hehehehe…

Jangan protes dulu…..

Ini beneran, minimal yang di kampung saya, tak hanya itu, makanpun sangat-sangat seadanya. Nasipun belum tentu, kadang jagung, dan oyek.

Tempat tidur ?

Jangan mimpi, tidur di kasur empuk, namun tidur diatas lantai langsung, tanpa beralas apapun.

Hahaha… ini beneran….

Mau nambah lagi ?

Sarung dan baju yang dipakai ?

Sarungpun sudah melintir…hehehe… bajupun lusuh…

Wissss…. pokoke ….

Dan…. Setelah diteliti, diselami, apalagi setelah dewasa, ternyata semua diatas ternyata salah besar. Kalau toh itu ada dan terjadi hanya sebagian kecil saja, ngga bisa jadi sebuah kesimpulan.

Santri….

Kita tak bisa memisahkan dari kalimat pondok pesantrean, ya… memang santri itu seseorang yang menimba ilmu agama di sebuah tempat yang dinamakan pesantren, dengan sistem dan kultur yang berbeda dengan tempat pendidikan umum, sekolah misalnya.

Walaupun, seiring perkembangannya, pesantren juga mereformasi diri, dengan sistem pendidikan yang mengadopsi pola pe didikan umum.

Santri itu apa ?

Ya, tadi…. seperti disebut diatas, namun …. menurut K.H. Ma’ruf Amin, sebutan santri bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang berada di pondok pesantren dan bisa mengaji kitab. Namun, santri adalah orang-orang yang meneladani para kiai.

“Santri adalah orang-orang yang ikut kiai, apakah dia belajar di pesantren atau tidak, tapi ikut kegiatan kiai, manut [patuh] kepada kiai. Itu dianggap sebagai santri walaupun dia tidak bisa baca kitab, tapi dia mengikuti perjuangan para santri”.

Sementara itu, menurut K.H. Abdullah Dimyathy, kata “santri” terdiri dari empat huruf Arab, yakni sin, nun, ta’, dan ro’ yang masing-masing mengandung makna tersendiri dan hendaknya tercermin dalam sikap seorang santri.

Menurut ulama dari Pandeglang, Banten ini, huruf sin merujuk pada satrul al ‘awroh atau “menutup aurat”; huruf nun berasal dari istilah na’ibul ulama yang berarti “wakil dari ulama”; huruf ta’ dari tarkul al ma’ashi atau “meninggalkan kemaksiatan”; serta huruf ‘ro dari ra’isul ummah alias “pemimpin umat”.

Yang membedakan santri dengan yang lain, menurut saya adalah, santri lebih menonjolkan adab itu sendiri, di tengah belajar ilmu-ilmu agama.

Selamat Hari Santri ….

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: