Rumus Hidup Panjang Umur Penuh Berkah

Rumus Hidup Panjang Umur Penuh Berkah

Rasulullah SAW bersabda, “Umur umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Sangat sedikit di antara mereka yang umurnya lebih dari itu.” (HR Tirmidzi).

Sedikitnya umur kita pada umumnya, harus dilakukan dengan produktif dan berkah, sehingga umur yang sedikit tapi amal yang banyak, maka sama saja seperti berukur panjang.

Bagaimana rumusnya ?

Muhammad bin Ibrahim Annaim dalam bukunya yang berjudul Kaifa Tuthilu Umraka memberikan rumus beberapa upaya memanjangkan umur menjadi berkualitas dan penuh berkah.

Pertama, menyambung tali silaturahim. Rasul SAW bersabda, "Silaturahim, akhlak yang baik, dan berbuat baik kepada tetangga, dapat meramaikan perkampungan dan memanjangkan umur." (HR Ahmad dan Baihaki).

Dalam hadits lain, "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahim." (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, melakukan amalan yang pahalanya berlipat. Rasul SAW bersabda, "Sholat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat." (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain, "Barang siapa pergi ke masjid, tidak menghendaki kecuali mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya, ia mendapat pahala seperti orang yang berhaji dengan menyempurnakan hajinya." (HR Thabrani).

Ketiga, melakukan amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Nabi SAW bersabda, "Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa untuknya." (HR Muslim).

Dengan demikian, jika seseorang dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan secara baik, dengan melakukan berbagai amalan yang pahalanya terus mengalir meski telah meninggal dunia, maka seakan usianya memanjang karena keberkahannya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: