Obat Penyakit Itu …..

Obat Penyakit itu…..

Beberapa hari yang lalu, saya ketemu dengan salah seorang sahabat yang telah lama tak bersua.

Banyak perubahan yang terlihat secara fisik, karena memang secara usia juga sudah cukup berumur.

Rambut yang sudah mulai terlihat memutih, kerutan kulit yang samar terlihat dari pancaran wajahnya.

Namun bukan itu yang penting, menurut saya, karena hal itupun akan menimpa siapapun, termasuk saya.

Diluar fisik yang mulai berubah, ada hal yang menurut saya tetap. Yakni sikap perhatian dan membimbing yang selalu dicurahkan kepada sahabat-sahabatnya.

Tak pelit pengalaman untuk berbagi untuk kebaikan bersama. Sikap sosialpun tak luntur sejak dahulu.

Ketika, saya bertemu dengan orang baik seperti ini, apakah tidak mempunyai masalah dalam kehidupan ?

Jawabannya…..

Ga sedikit masalah yang menerpanya, salah satu dari ujian yang menimpanya adalah berbagai ujian penyakit yang pernah derita.

Apakah pernah berputus asa ?

Tidakkk

Apakah sempat menyalahkan diri sendiri ?

Pernah….. hehehhehe…

Kalimatnya adalah pernah, bukan selalu dan selalu.

Tak sedikit, terkadang yang bertanya, "saya sudah berbuat baik, mengapa ujian dan cobaan tak hanya mendera, tapi berkali-kali mendera ?"

Salahkah pertanyaan itu ????

Tidakkk

Kalau menurut saya pribadi, sepanjang ungkapan tersebut tidak final, bukan akhir. Namun pertanyaan tersebut, yang dijadikan pijakan awal untuk masuk ke level berikutnya.

Apa level berikutnya ?

Bisa hikmah…..

Bisa titik awal energi yang baru….

Bisa titik awal kesadaran tentang hidup yang baru….

Karena apa ?

Kembali ke sahabat saya.

Ketika diterpa berbagai penyakit, hingga harus dioperasi berkali-kali. Ia menemukan bahwa, kerinduan ke Baitullah itu obatnya.

Di saat, ia masih terhuyung-huyung karena lemasnya fisik, panggilan hatinya mengatakan harus umroh.

Iapun akhirnya lakukan itu.

Apa yang terjadi, ketika di sana ?

Bukan lemas dan lemahnya fisik lagi yang diterima, justru…..

Fisik semakin kuat, dipertemukan dengan kakek yang duduk di kursi roda sendiri, yang berharap ada orang yang menuntunnya ke Raudoh.

Dan …

Sahabat saya inilah, yang menuntunnya hingga si kakek ke Raudoh.

Apakah itu saja ?

Bukan….

Sahabat saya, ini sudah dua kali hendak ke Raudoh, namun tak bisa karena sesaknya Raudoh.

Justru….

Pada saat menuntun sang kakek, sahabat saya ini bisa ikut ke Raudoh.

Inilah… sebenar2 obat penyakit….

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: