Kondisi Butuh

Kondisi Butuh…

Seorang sahabat bercerita, merasa mendapat teguran dari Alloh SWT., karena selama ini menganggap enteng semua masalah. Dan memang semua masalah kerjaan, keluarga bisa diselesaikan.

Terlahir dari keluarga yang berada, membuat alur hidupnya yang tertemukan adalah mudah dan mudah.

Ingin beli mobil, tinggal hubungi dealer. Ingin beli rumah, datang langsung ke sebuah kompleks, cocok, langsung deal, dan bayar. Ga ada cerita kredit atau utang – utangan yang lain.

Ketika keluarga ada yang sakit, iapun tinggal datangi rumah sakit berkelas yang menawarkan berbagai fasilitas lengkap.

Hingga suatu saat….

Ia dihadapkan pada sebuah masalah yang menuntut penyelesaian. Masalah inipun melibatkan orang besar, di mata rekan saya ini.

Hingga pada akhirnya…..

Ia melakukan tindakan, yang belum pernah ia lakukan selama hidupnya. Budgetnya menipis. Untuk menyelesaikan masalahnya ia harus menambah stock budget, yang diluar ekspektasi awal.

Iapun akhirnya dibawa ke sebuah keadaan, membutuhkan pertolongan orang lain. Iapun akhirnya meminta pertolongan orang lain. Sesuatu yang belum pernah ia kerjakan selama ini.

Butuh…..

Itulah kondisi, yang memaksa seseorang melepaskan diri dari sifat-sifat sombong, jumawa, egois, dan mengentengkan masalah.

Butuh….

Bisa jadi solusi, supaya jiwa-jiwa sombong kita meleleh.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: