Ketupat Lebaran

Entah hanya di kampung saya saja, atau juga di daerah lain, saat ini saya mulai agak kesulitan menemukan suguhan ketupat saat berlebaran.

Ketupat masih ada, hanya dikonsumsi untuk keluarga, ataupun keluarga besar sendiri, sedangkan ketika menyambut tamu sudah tidak nampak lagi.

Ketupatpun sudah bergeser bahan pembungkusnya, kalau dulu memakai janur kuning, disusun membentuk ketupat bersegi empat. Namun saat ini, dgn alasan praktis dan mudah, lebih banyak menggunakan plastik.

Apabila menilik filosofi kupat itu sendiri, sebenarnya maknanya begitu dalam, khususnya bagi orang jawa. Ketupat dimaknai, "ngaku lepat" ( mengaku salah), wujud membebaskan ego diri, bahkan termasuk orang tuapun mengaku bersalah kepada anak2nya, walaupun belum tentu bersalah.

Janur dimaknai "sejatining nur" ( cahaya sejati) kebersihan hati, yg muncul setelah ditempa puasa satu bulan utuh. Lipatan janur yg membentuk ketupat, dimaknai rumitnya kehidupan yang harus dijalani. Empat persegi ketupat, dimaknai empat nafsu manusia. Juga ada yg memaknai, kemanapun kita menuju, akhirnya akan kembali kepada Alloh.

Ruh lebaran, yang disimbolkan ketupat seperti diatas, sebenarnya merupakan kemenangan yang diperoleh oleh seorang muslim, tatkala selama sebulan dilatih mengikis sifat2 egoisme, keserakahan sesama manusia, sehingga ia mampu terhindar dari seperti yg dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad SAW, "Banyak orang yang berpuasa, namun ia hanya memperoleh lapar dan dahaga".

Di saat, ia telah mampu mengikis sifat-sifat keegoisan dalam diri terhadap sesama, dan saat bersamaan membangun hubungan secara spiritual dengan Sang Pencipta, yang menyadari ia sebagai hamba, yg senantiasa tunduk kepada Sang Majikan, karena ia memahami bahwa puasa adalah urusan Allah, seperti FirmanNya, dalam sebuah hadits Qudsi, "Segala amal ibadah anak Adam adalah baginya, kecuali puasa adalah bagiku, dan Aku lah akan membalasnya."

Pada saat setelah sebulan, tersebut jadilah pribadi yang memperoleh kemenangan, kemudian disimbolkan dengan ketupat lebaran.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: