Jangan Membuang Sampah Di Sini, Kecuali Orang Gila

Jangan Membuang Sampah Disini, Kecuali Orang Gila

Sudah menjadi rutinitas setiap dua hari sekali, saya berusaha menyempatkan diri untuk olahraga jalan pagi.

Jika karena suatu hal tak bisa dua hari sekali, terpaksa seminggu sekali harus wajib untuk jalan pagi.

Tak terkecuali hari minggu kemarin, jalan pagi kebetulan ditemani sama istri.

Jalan yang menanjak, disekelilingnya tanaman yang menghijau khususnya bila musim penghujan tiba, menjadi daya tarik bagi saya sendiri untuk berolahraga pagi.

Hawa yang cukup sejuk, karena berada di ketinggian kota Bandung. Lebih dari 600 di atas permukaan air laut.

Ketika sedikit penat mulai terasa, saya dan istri mencoba menepi bermaksud sedikit istirahat.

Saya ingat betul, dari samping jalan di pekarangan tanah desa berlari tiga anak yang masih belia, menuju tempat saya beristirahat.

Terbayang keceriaan yang khas di wajah mereka, tanpa mempedulikan debu yang beterbangan di belakang mereka.

Sesaat setelah anak-anak terlewat, saya baru tersadar, bahwa di depan saya, di seberang jalan terpampang papan nama yang unik kata-katanya.

Bertuliskan cat merah, dengan backround tripleks berwarna putih.

Tak hanya menggelitik, tapi mencerminkan kekesalan yang tak terbendung.

Apa kalimat yang tertulis ?

Ya……

Seperti dalam judul tulisan ini…

"Jangan Membuang Sampah Disini, Kecuali Orang Gila"

Hehehehe….

Serem betul…..

Hanya mungkin saja, si penulis sudah saking keselnya harus dengan cara seperti apa, supaya orang-orang tidak membuang sampah sembarangan di pekarangan miliknya.

Pola seperti kalimat diatas, sebenarnya sudah tak sedikit beredar di sekeliling kita. Baik yang bersifat negatif, maupun positif.

Coba saja tengok, terkadang kita mendapat broadcast whatsapp, yang berbunyi…

bla bla.bla……… silahkan kirim tulisan ini, minimal ke tiga kontak anda. Bila anda menyepelekan, maka anda akan ……..

Itu yang negatif….

Ada juga pesan yg positif.

…….. silahkan kirim pesan ini ke tiga rekan anda, maka keajaiban hidup anda akan terjadi.

Masih ditambah embel-embel lagi…

" Dijamin……"

Terkadang, saya jadi merenung… memang kita masih seneng untuk ditakut-takuti, atau dibalik diiming-imingi dengan sesuatu, padahal menurut logika kita sendiri, ga masuk akal.

Kembali ke tulisan tentang sampah tersebut, logika kita juga ga masuk dengan kalimat tersebut, namun faktanya ?

Kalimat tersebut, terbukti bisa menakut-nakuti orang supaya tidak membuang sampah.

Barangkali tidak keliru, bahwa akal sehat kita masih lebih banyak disimpan, yang dominan justru malah menghamparkan sikap2 emosional.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: