Jangan lihat Penampilan (saja)

Suatu sore, saya kehadiran teman yang dulunya bareng2 menggarap beberapa pekerjaan di bidang konstruksi.

Setelah ngopi, iapun mulai menceritakan kegamangan, kegundahan yang saat ini terjadi dan muncul dinhadapannya.

Adalah mantan isterinya ia sebut, berkeluh kesah kepadanya, bagaimana dia (mantan isterinya) telah diperlakukan tidak senonoh oleh oknum ustadz dari sebuah pesantren di jawa barat.

Perbuatan tidak senonoh, tersebut justru dilakukan oleh orang yang seharusnya menjaga syariat Islam. Bagaimana tidak jengah ?

Mendengar penuturan tersebut, sayapun menceritakan apa yang pernah dikeluhkan juga oleh rekan saya di Karawang. Iapun dengan modus yang berbeda juga telah didzolimi oleh oknum ustadz.

Apa yang harus saya sampaikan ke teman saya ini, apakah harus memprovokasi supaya ia benci ke oknum ustadz tersebut ?

Bukan hanya ga elok, tapi juga menurut saya ga benar ?

Harus kita sadari, semua itu berpulang kepada diri kita sendiri.

Kebetulan saja, kita ketemu dengan orang-orang seperti itu, yang secara penampilan lahiriah sebagai Ustadz, namun….

Saya yakin masih banyak, ustadz2 yang betul-betul bisa menjadi tauladan, ini pertama.

Kedua, kita memang jangan mudah silau oleh penampilan seseorang, kalau mau lebih dalam lagi, jangan mengambil kesimpulan dari sekedar apa yang kita lihat. Butuh waktu yang tak pendek, analisa yang dalam untuk memahami karakter seseorang, terlepas bagaimana penampilan.

Ketiga, Untuk rekan2 yang diamanahi menjadi ustadz, sadarilah ujian dan godaan itu semakin meningkat, seiring amanah yang dititipkan kepada anda.

Semoga Alloh, senantiasa melindungi kita.

Aamiin….

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: