Wasilah Ibadah

Kalau sampeyan pas lagi akhir bulan, dan kebutuhan yang mendesak begitu banyak, apa yg sampeyan rasakan ? Mumet ? hehehe

Lanjut lagi….

Di tengah kemumetan, kemudian tiba2 ada orang telpon, dan bilang minat mau beli kavling yang sampeyan iklankan ?
Apa yg sampeyan rasakan ?
Seneng…. hehehe.

Lanjut terus….

Ketika rasa senang, karena ada secercah harapan muncul, maka sampeyan juga kemudian semangat menyusun berbagai rencana terkait ada yg minat mau beli kavling sampeyan.

Tak berhenti disitu, disusun juga berbagai laporan, testimoni, kelebihan dan segala macam, yg akan dipresentasikan kepada calon pembeli.

Namun, pas tiba saatnya ketika semua sudah direncanakan, semua langkah telah dilakukan, pas terakhir justru calon pembeli membatalkan transaksi, alias tidak jadi beli.

Apa yg sampeyan rasakan ?
seddihhhh..campur kesel ya to…

Saya ga tau cara pandang sampeyan semua, memandang cerita tersebut dan hikmah apa yg didapat.

Barangkali ada yg bilang, "manusia berencana, Tuhan menentukan". Ada yg bilang, "capekkk digawe….". Ada juga sepertinya yg bilang, "Semakin banyaknyg berkata tidak, maka semakin dekat dgn yang akan berkata "ya’".

Itu hak sampeyan semua, sy ga berani ngatur pendapat orang. Namun sedikit sharing, ternyata ada juga yg bilang ke saya, "rencana itu hanya wasilah ibadah, hasil itu mutlak prerogatif Allah".