Saat kita dipergunjingkan

Suatu saat, sampailah sebuah kabar kepada al-Hasan al- Bashri bahwa ada seseorang di luar sana yang menggunjing beliau.

Al-Hasan pun kemudian mengutus seseorang, untuk membawakan satu nampan berisi kurma.

Al-Hasan berpesan kepada orang itu : "Dengan gungjinganmu, sesungguhnya engkau telah memberiku hadiah berupa kebaikanmu maka aku layak membalasmu atas hal itu."

Melihat perlakuan al-Hasan seperti demikian, orang yang menggunjing itu pun akhirnya malu dan tidak pernah lagi menyebut keburukan Al Hasan tersebut untuk selamanya.

Demikianlah pelajaran yang sungguh mulia terpapar dalam sejarah. Kemuliaan itu telah ditunjukkan dengan memperlakukan orang yang berbuat buruk, dibalas dengan kebajikan.

Baik berbalas baik adalah lumrah dan biasa. Baik dibalas jelek itu menggali kubur sendiri. Jelek dibalas baik itu luar biasa.

Ini sudah melampaui batas-batas kalkulasi matematis, melewati perhitungan untung rugi duniawi, yang disandar hanyalah sentuhan hati, dan orientasi Ilahi.