Orang mukmin yang paling kaya

Dalam sebuah hadits dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw ditanya, ” Manakah orang mukmin yang paling baik ?, Beliau menjawab,” Yang paling baik budi pekertinya.”. ”Mana orang mukmin yang paling kaya ?”, beliau menjawab, ” Yang selalu mengingat pati dan mempersiapkan bekalnya baik-baik”.

Orang mukmin yang paling kaya, menurut Rasulullah saw. adalah orang yang selalu mengingat mati dan mempersiapkan bekalnya dengan sebaik-baiknya. Mengapa orang yang selalu mengingat mati disebut sebagai orang yang paling kaya ?

Abu Hamid Al Lafaf berkata, ” Tiga keuntungan bagi orang yang selalu mengingat mati, yaitu : Pertama, cepat bertaubat. Kedua, Qona’ah, terhadap rizki, tidak rakus / tamak. Ketiga, Rajin melakukan ibadah. Dan sebaliknya bagi yang melupakannya, tertimpa tiga macam keburukan, yaitu Pertama, menghambat taubat. Kedua, tidak rela atas rizki (tamak/rakus), dan ketiga, malas beribadah (setengah ciri munafik)”.

Al Faqih Abu Laits Samarqandy, dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin berkata, ” Berbahagialah orang yang diberi pengertian dan dibangunkan / sadar dari lupanya, mau dipimpin untuk berfikir tentang urusan patinya, mudah-mudahan Allah menghabisi umur kami dalam kebaikan, dan memperoleh kegembiraan seperti layaknya orang mukmin ketika mati. Firman Allah : ”Bahwasannya orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, lalu tetap teguh melakukan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, maka para malaikat akan datang membawa khabar gembira, janganlah gentar atau sedih, dan bergembiralah dengan sorga yang disiapkan Allah untukmu”(Fush-shilat 30)”

Masih dalam kitab Tanbihul Ghafilin disebutkan, Ada 5 macam dan tingkatan berita gembira, yaitu : Pertama, Kepada masyarakat awam (umumnya orang mukmin), berupa ”Jangan merasa khawatir/gentar, karena neraka bukanlah tempat kekal bagimu, dan syafaat para Nabi, para Wali pasti datang kepadamu, jangan sedih atau duka atas kurangnya pahala, dan sorga menjadi kepastian bagimu”. Kedua, Kepada pelaku ibadah/amal yang ikhlas, berupa : ” Janganlah khawatir tidak diterimanya amal / ibadahmu, ataupun kurangnya pahala, bahkan pahalamu berlipat ganda”. Ketiga, Kepada mereka yang bertaubat, berupa : ” Janganlah dosa-dosamu kau risaukan, pasti diampuni, dan jangan khawatir kekurangan pahala, karena sesudah taubat amalmu pasti dibalas pahala”. Keempat, Kepada orang – orang zuhud, berupa : ” Janganlah khawatir mahsyar atau hisab, dan jangan pula sedih atau duka, pahalamu yang berlipat ganda tetap utuh, sedikitpun tidak dikurangi, dan sorga menjadi kepastian bagimu”. Kelima, Kepada para ulama, berupa : ” Janganlah gentar menghadapi hebatnya hari kiamat, dan jangan pula sedih atau duka, sorga adalah balasan amalmu, demikian pula orang-orang yang mengikuti lakumu.”.

Wallahu’alam