Menemukan Makna Sakit

 

Siapapun kita, pasti pernah mengalami rasa sakit, walaupun sakit ringan seperti tertusuk duri.

Sakit itu hinggap ke siapa saja, Baginda Rosululloh SAW saja pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud.

Sakit juga mendera Imam As-Syafi’i dengan penyakit wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu, juga Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa.

Melalui sakit pula, menjadi jalan bagi sahabat Ubay bin Ka’ab lebih dekat kepada Alloh, mengapa ?

Suatu ketika ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi S.a.w tentang penyakit yang dialaminya, dan apa yang akan diterimanya karena penyakitnya tersebut.

Nabi S.a.w bersabda, “Itu adalah penghapus dosa (kaffarah).”

Ubay yang saat itu hadir, seketika bertanya, “Walau sakit yang sedikit, wahai Rasulullah!”, “Ya” kata Nabi S.a.w, “Walau hanya tertusuk duri, atau yang lebih ringan dari itu.”.

Suatu ketika Ubay bin Ka’ab merasakan demam, ia teringat akan sabda Nabi S.a.w tersebut, maka ia pun berdoa:

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta, agar Engkau tidak menghilangkan demam panas ini dari tubuh Ubay bin Ka’ab, hingga aku bertemu dengan-Mu. Tetapi janganlah demam ini menghalangi aku dari shalat, puasa, haji dan jihad di jalan-Mu.”.

Maka sakit demamnya berkepanjangan, hingga tiada seorang yang memegangnya kecuali merasakan panas tubuhnya. Namun demikian ia tetap bisa beribadah dan berjuang tanpa kesulitan hingga ajal menjemputnya.

Itulah jalan sakit yang dilalui oleh Ubay bin Ka’ab.

Ingatlah, sabda Rosululloh SAW :
“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

Wallohu ‘Alam