Inilah Amalan di 10 hari terakhir Ramadhan

Inilah Amalan di 10 hari terakhir Ramadhan

Tak terasa, kita akan memasuki 10 hari terakhir di bulan ramadhan tahun ini. Hari – hari yang Rasulululloh SAW contohkan dengan berbagai peningkatan amaliah. Fase 10 hari inilah yang disebut Itqun minan Nar yakni pembebasan dari api neraka.

Lalu apa amaliah yang harus dilakukan dalam 10 hari terakhir di bulan ramadhan ?

Pertama, memperbanyak sedekah, mencukupi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada karib-kerabat dan tetangga. Ini disebut dalam Kitab Fathul Mu’in.

Kedua, memperbanyak membaca Al-Quran. Imam An-Nawawi menjelaskan, membaca Al-Quran di akhir malam lebih baik ketimbang awal malam dan membaca Al-Quran yang paling baik di siang hari adalah setelah shalat shubuh.

Ketiga, memperbanyak i’tikaf di sepuluh terakhir Ramadhan.

Yang menjadikan lebih mulianya sepuluh malam terakhir ramadhan adalah malam Lailatul Qadar yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun). Biasanya jika ingin meraihnya, Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil.

Namun bisa diistilahkan dengan 10 kolam yang di salah satu kolamnya banyak ikannya, jika kita cari ikan di semua kolam tersebut, maka kemungkinan besar akan mendapatkan ikannya. Oleh karenanya i’tikaf di setiap 10 malam akhir bulan Ramadhan menjadi cara meraih malam mulia itu.

Prof Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an (1999) memaknai kata qadar pada lailatul qadar dengan tiga makna yakni :
Pertama bermakna penetapan atau pengaturan,

Kedua berarti kemuliaan,

Ketiga berarti sempit. Dimaknai sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk mengatur segala urusan.

Pada malam ini, Allah menurunkan Al-Qur’an, menakdirkan segala urusan, hukum, rezeki dan ajal untuk jangka selama setahun.

Malam Lailatul Qadar ditandai dengan situasi langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.

Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan.

Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.

Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.

Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.

Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25.

Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.

Leave a Reply