Enam hikmah bangkrut Ala Jaya Setiabudi

Berkali-kali gagal dalam membangun usaha membuat Jaya Setiabudi membuat kesimpulan bahwa terdapat enam nilai yang bisa dipetik dari sebuah kegagalan bisnis.

Pertama, kegagalan bisnis adalah sebuah pelajaran untuk merontokan rasa sombong yang ada didalam diri.

Kedua, dalam setiap disiplin ilmu manusia selalu kurang.

“Belajar segiat apapun, namanya ilmu akan selalu kurang, oleh karena itu jangan sombong,” ujar Jaya Setiabudi.

Nilai ketiga yang ia petik, kegagalan bisnis adalah proses untuk merontokan rasa gengsi. “Hiduplah dengan sederhana sehingga ketika jatuh kita sudah siap. Jangan berpikir untuk dipuji oleh orang lain.”

Keempat, dengan bangkrut akan mengajarkan kepada kita untuk mengenal siapa teman yang sesungguhnya atau bukan. “Kalau kita mau tahu siapa-siapa aja teman kita yang sesungguhnya akan ketahuan ketika kita sedang bangkrut,” tambah Jaya Setiabudi.

Nilai kelima, dengan bangkrut individu untuk dapat berpikir secara cerdas agar dapat mencari jalan keluar.

Dan keenam, pasrah kepada yang Maha Kuasa.
Baginya dalam menjalankan bisnis adalah masalah kerendahan hati. Hidup dengan sederhana dan tidak terlalu foya-foya dalam menikmati hidup. “Kebanyakan orang begitu pendapatannya bertambah diiringi dengan gaya hidup yang meningkat. Itu sebenarnya salah,” ujar Jaya Setiabudi.

Satu lagi yang menjadi pelajaran bagi Jaya Setiabudi dalam setiap langkahnya mendirikan sebuah bisnis adalah jangan pernah melompat terlalu tinggi yang hasilnya nanti justru akan menjatuhkan kita. “Melompat boleh tapi janga melebihi kapasitas yang kita mampu,” tutupnya.

sumber : http://marketeers.com/article/enam-hikmah-bangkrut-ala-jaya-setiabudi.html