Buya Syakur : Ludahi Muka Saya Kalau Tidak Kaya Setelah Amalkan Ini

Tidak diragukan lagi bila bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang utama serta banyak memiliki fadilah.

Shalawat atas Nabi juga merupakan perintah langsung dari Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab ayat 56 :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.”

Tetapi dalam prakteknya bagi Profesor. Dokter. KH. Abdul Syakur, MA. ataupun yang akrab dipanggil Buya Syakur ini masih ada ciri tanya tentang terdapatnya tata metode serta jumlah pengamalan shalawat ini.

“ Aku tidak paham dari mana dasarnya bila terdapat yang menyarankan membaca shalawat tertentu dibaca sekian ribu kali, sebaliknya dalil Angkatan laut(AL) Qur’ an menimpa perintah bershalawat tersebut masih secara global,” ucap Buya Syakur.

Dalam suatu siaran video chanel sufinesia televisi bertajuk‘ Arti Sholawat Nabi’ Buya Syakur berkata sepatutnya saat sebelum mengamalkan pembacaan Shalawat ini lebih baik orang diberi uraian lebih dahulu arti dari Shalawat, sehingga orang hendak lebih mengenali tujuannya buat apa bershalawat serta tidak terpaku kepada jumlah teks saja.

“ Aku pula sempat berikan amalan baca”صَلَّىاللهْعَلَىمُحَمَّدْ”( Shallalahu Ala Muhammad) sebanyak 80. 000 kali kepada seorang, apalagi aku tantang jika hingga 3 tahun setelah itu kalian belum kaya ludahi muka aku!

“ Tetapi pasti tadinya aku pahamkan dahulu apa maknanya shalawat, ini yang kadangkala– kadangkala orang malas menerangkannya,” kata Buya.

Bagi Buya bersumber pada dalil diatas ada 3 tipe shalawat, ialah shalawatnya Allah SWT, malaikat serta orang mukmin. Arti dari ketiga tipe shalawat tersebut pasti berbeda.

Shalawatnya Allah SWT kepada Nabi bermakna“ Angkatan laut(AL) imdad Robbaniyah Bihadrotinnabi” artinya Allah mensuplai tenaga( Rahmat) kepada Nabi Muhammad SAW, ada pula Shalawatnya malaikat bermakna“ yastaghfiruna lahu” artinya mengawal Nabi.

“ Sebaliknya jika kita selaku mukmin bershalawat kepada Nabi maksudnya memuji serta buat menyambung koneksi kepada Nabi, yang kita yakini kalau Rasulullah Muhammad SAW ruhnya masih senantiasa hidup,” lanjutnya.

Lebih lanjut Buya Syakur menerangkan dengan terdapatnya koneksi tersebut hendak jadi jalur turunnya Rahmat Allah SWT kepada kita.

Sehabis itu pada kalimat“ Wasallimu Tasliima” baginya memiliki perintah supaya kita senantiasa menebarkan kedamaian antar sesama sebagaimana yang senantiasa dicoba oleh Nabi Muhammad SAW.

Leave a Reply