Antasari

Beberapa waktu lalu, ketika saya memasukkan keyword “antasari” dalam situs pencarian google.com, maka yang muncul di urutan pertama adalah Pangeran Antasari, seorang Pahlawan Nasional Indonesia, yang terlahir tahun 1797 di Kalimantan Selatan. Beliau pernah meledakkan kapal milik Belanda yang bernama Kapal Onrust dan juga dengan pemimpin-pemimpinnya yang bernama Letnan der Velde dan Letnan Bangert.

Namun, sekarang ketika saya masukkan keyword yang sama, maka yang muncul di urutan pertama adalah Antazari Azhar sang ketua KPK non aktif yang sedang hangat-hangatnya jadi tema pemberitaan di media massa dalam sebuah drama ”Antasari – Rani – Nasrudin”. Ketika saya coba lebih mengkerucut lagi, saya ketik keyword ”Antasari Azhar” di google, lebih dari 3.6 juta link mereferensikan. Jadi di dunia mayapun tidak kalah heboh tentang pemberitaan ini.

Dalam sebuah kumpul-kumpul seusai kerja bakti di lingkungan saya, komentar atas drama kolosal itupun beragam, dan mulai memancing ”drama lanjutan” dari drama kolosal tersebut. Seorang ibupun, berkomentar, ” makanya sekarang harus super hati-hati, kalo bapak mau main golf, ga boleh percaya 100 %, apalagi yang nemenin caddynya perempuan…..”. Namun, ketika bapak-bapak berkomentar, akan beda pandangannya, ” ini nonsens…ga masuk akal, masa..seorang Antasari bisa kasih instruksi membunuh hanya gara-gara caddy yang begitu ….ga masuk akal.”

Kalo diterusin, komentar itupun akan berkembang lagi….dan komentar tersebut sudah menjadi pembicaraan umum di tengah – tengah kita. Bagi saya, yang awam dalam dunia intrik dan politik, tentu ga bisa berkomentar atas kasus tersebut, hanya satu yang tertanam dalam benak saya, Antasari Azhar memang bukan termasuk Pahlawan Nasional Indonesia seperti Pangeran Antasari, namun setidak – tidaknya Antasari Azhar pernah menjadi seorang pahlawan yang menjadi nakhoda dalam memerangi korupsi di negeri ini

———————————-
Gambar kartun diambil dari www.caricartoon.blogspot.com