2 Hal yang menentukan Siapa Dirimu Sebenarnya

Inilah 2 hal yang menentukan siapa dirimu yang sebenarnya

Menghadapi hidup, ternyata menyikapinya berbeda-beda. Ada yang selalu enjoy, ada yang selalu murung dan mengeluh.

Naik turun, kaya miskin, berhasil gagal dan padanannya ternyata akan selalu melekat dalam kehidupan kita.

Tidak ada orang yang gagal terus menerus dalam sebuah hal. Begitu juga sepandai pandainya seseorang, akan ada saat dimana dia gagal mencapai cita dan tujuannya.

Yang membedakan adalah cara menyikapinya.

Sebuah fakta gagal dan berhasil akan selalu beriringan, namun menyikapinya apapun keadaan jauh lebih penting.

Jikalau sedang berhasil kita sombong, tentu tidak baik. Namun bila berhasil tambah bersyukur, itu yang terbaik.

Jika gagal kita malah mengeluh, dan selalu berputar dalam kubangan yang sama, tentu tidak baik. Namun, bila kegagalan jadi wasilah untuk introspeksi diri, banyak evaluasi diri, tentu kegagalan seperti inilah yang akan membawa manfaat ke depan lebih banyak.

Ada 2 hal yang menentukan siapa diri kita sebenarnya.

Pertama, kesabaran kita ketika tidak memiliki sesuatu.

Tidak memiliki sesuatu memang berat. Bukan hanya kita tidak bisa melalui hidup secara normal kebanyakan orang, namun biasanya akan mengikis rasa percaya diri, timbul minder dan sejenisnya.

Menyikapi ketiadaan tersebut, sikap kita hanya satu sabar. Ketika sabar tidak ada dalam diri kita ketika kita tidak memiliki sesuatu, maka kejatuhan lain siap menanti.

Kedua, akhlak kita ketika memiliki sesuatu.

Ketika memiliki sesuatu, terkadang kita merasa dapat melakukan segala hal.

Padahal tidak ada jaminan apapun terhadap keberhasilan sesuatu. Keberhasilan hanya karena ridla Alloh semata.

Kecenderungan untuk jumawa, sombong, meremehkan segala sesuatu saat kita memiliki sesuatu, merupakan tanda akhlak kita yang tidak baik.

Akhlak kita harus tetap baik, karena sebenarnya saat kita memiliki sesuatu…sebenarnya kita hanya dititipi sesuatu, tidak lebih.

Kesombongan, jumawa yang muncul karena merasa memiliki sesuatu yang menjadi andalan, kebanggan dan sebagainya. Padahal itu hanya titipan.

Semoga manfaat

Leave a Reply