Taubat

Kata Al Faqih Abu Laits Samarqandy, dari Abdullah bin ‘Ubaid : Nabi Adam as. Berkata : Ya Allah, Engkau menangkan Iblis, sehingga tiada kekuatan bagiku menghadapinya, kecuali dengan pertolonganMu, JawabNya : Setiap anak cucumu (manusia ) lahir pasti Kuperintahkan petugas yang memelihara dari tipu daya iblis, dan para jin yang jahat. Nabi Adam berkata : Ya Allah, tambahkanlah bagiku, JawabNya : Setiap kebaikan dibalas 10, dan mungkin ditambah lagi sedangkan keburukan hanya dibalas satu, dan mungkin dilenyapkan,

Katanya : Ya Allah, tambahkanlah bagimu, Jawabnya Taubat selalu diterima, selama masih hidup katanya : Ya Allah tambahkanlah bagiku, JawabNya : “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Az Zumar : 53)
Kata Al Faqih Abu Laits Samarqandy dari perawi yang kuat dengan sanadnya dari Ibnu “Abbas ra. Katanya : Wahsyi yang membunuh paman Nabi (shahabat Hamzah), dia kirim surat dari Mekkah untuk Rasul saw. Isinya : “Bahwasannya aku tertarik masuk Islam, tatapi keberatanku hanya karena ayat Al Qur’an sebagai berikut :

“dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)” (Al Furqan : 68)

Lalu turun ayat berikutnya :

“ kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”( Al Furqan : 70)

Kemudian ayat tersebut disampaikan kepada Wahsyi, dan jawabannya : “Ayat tersebut membutuhkan syarat, harus beramal shaleh, padahal aku tidak mengerti, bisa atau tidaknya aku beramal shaleh”.Lalu turunlah ayat :

“ Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (An Nisaa : 116)

Lalu ayat tersebut disampaikan kepada Wahsyi, dan jawabannya :”Ayat tersebut membutuhkan syarat, padahal aku tidak tahu persis, Allah akan mengampuni dosaku atau tidak”. Dan turunlah ayat berikutnya :

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Az Zumar : 53)

Dan ayat tersebut disampaikan lagi kepada Wahsyi, ia merasa lega dengan turunnya ayat ini, karena tiada satupun syarat yang memberatkan dirinya, dan akhirnya ia menuju Madinah untuk menyatakan keIslamnnya dihadapan Rasul Muhammad saw.

Al Faqih Abu Laits Samarqandy dari Abdullah bin Sufyan katanya : Muhammad bin Abdurrahman As Sulami menyampaikan tulisan kepadaku, katanya pula : dari Ayahnya :”Kami bersama shahabat lainnya duduk-duduk dengan Nabi saw di Madinah :”Kemudian seseorang dari mereka ada yang menanyakan :”Aku mendengar Rasul saw bersabda :”Barangsiapa bertaubat kira-kira setengah hari menjelang matinya, pasti diterima taubatnya. Lalu sahutku meyakinkannya, jawabnya :”Ya, bahkan yang lain menyahut : Aku dengar beliau saw. Bersabda : ”Barangsiapa bertaubat kira-kira sesaat menjelang matinya, pasti diterima taubatnya. Dan ada lagi yang menyahut : ”Aku dengar beliau saw. bersabda :”Barangsiapa bertaubat sebelum nyawa sampai tenggorokan, pasti diterima taubatnya” (Al Hadits).

Al Faqih Abu Laits Samarqandy dari Muhammad bin Mutharrif katanya : Allah berfirman : “Amboy kasihannya, manusia berbuat dosa lalu mohon ampun padaKu, dan Aku mengampuninya, lalu berdosa lagi dan istighfar lagi, dan Aku mengampuninya, Amboy kasihannya, ia tiada tega/kuat meninggalkan dosanya, tetapi tiada berputus asa dari rahmatKu, oleh karena itu hai para malaikat saksikanlah bahwa :”Aku tetap mengampuni dosanya”.

Al Faqih Abu Laits Samarqandy dari Mughits bin Sumai, katanya : Pada zaman dahulu ada seeorang yang selalu maksiat, suatu ketika di tengah perjalanan ia teringat perbuatannya lalu berdoa : “Allaahhumma ghufraanaka 3 X (Ya Allah, ampunilah aku) sesudah itu ia mati, maka Allah mengampuni segala dosanya.

Muhammad bin ’Ajlan dari Mak-khul, katanya : ”Ketika Nabi Ibrahim as. naik ke alam malakut (langit) melihat seseorang (yang di bumi) tengah melakukan zina, lalu ia berdo’a, maka matilah orang itu, dan melihat lagi pencuri tengah operasi (di bumi), lalu ia berdo’a, maka matilah ia. Kemudian Allah berfirman : ”Hai Ibrahim, tinggalkan mereka itu, karena dari antara mereka itu ada yang bertaubat, dan Aku menerimanya, atau menurunkan anak cucu yang taat beridadah, atau ditentukan celaka di neraka jahannam.

Al Faqih Abu Laits Samarqandy menjelaskan :”Dengan cerita tersebut menunjukkan bahwa, seseorang yang mau bertaubat (sungguh-sungguh) pasti diterima taubatnya, oleh karena itu Islam tidak menghendaki manusia berputus asa dari rahmat Allah swt. Firman Allah swt :
”Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.(Yusuf : 87)

Dan FirmanNya pula :

” dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Asy Syuura : 25)

Atau Firman Allah pula :
” dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran : 135)

Firman Allah :

” mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”( Ali Imran : 136)

Sumber : Tanbighul Ghafilin ; Al Faqih Abu Laits Samarqandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *