Kegembiraan menyambut Tamu Agung

image

Seandainya,  saat ini tiba-tiba anak perempuan kita datang dan menyampaikan pesan seperti ini,

“Yah, sebulan lagi keluarganya Fakhri, akan datang dan bermaksud melakukan lamaran buat saya Yah….”

Apa yang ada di benak sampeyan ? Trus apa yang sampeyan akan lakukan, seandainya sampeyan jadi ayahnya.

Apalagi orangtuanya Fakhri adalah seorang pejabat tinggi yang amanah, di sisi lain Fakhri sendiri selain ganteng, mapan, juga sholeh.

Gembira, senang, bangga, dan berharap segera sampai dengan tanggal lamaran, itu adalah gambaran umum yang ada di benak kita, sebagai orang tua.

Kegembiraan hati itupun, yang membawa diri untuk melakukan berbagai persiapan untuk menyongsong hari lamaran tersebut.

Kegembiraan hati itu juga yang tanpa sadar, dengan bangga diceritakan kepada kerabat dan teman-temannya.

Kegembiraan hati itu pula, yang mampu melepaskan segala rintangan dengan tanpa berkeluh kesah.

Jika menyambut lamaran anak saja, sudah sebegitu gembira. Bisa melepas semua rintangan, dan melakukan berbagai persiapan, harusnya menyambut tamu yang lebih agung dari lamaran tentunya lebih gembira.

Siapakah tamu agung tersebut ? Ramadhan namanya…….

Bukan hanya sampeyan, namun juga saya, betulkah hati kita sudah begitu gembira menanti datangnya Ramadhan ?

Bila sudah gembira, mari cek lagi, dan cek lagi. Apa tandanya ?

Sebagian tanda gembiranya hati menyambut Ramadhan adalah meningkatkan amaliah kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *