Dulu bangunan “Rumah Setan”, kini Masjid Megah Al Ukhuwwah

Masjid Al Ukhuwwah, menjadi tempat singgah saya di Ramadhan ke 6, Sabtu, 11 Juni 2016.

Masjid yang terletak di Jl. Wastukancana No.27, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung, didesain oleh seorang arsitek dari ITB, dan hasil desainnya sungguh mempesona.

Ketika masuk ke dalam masjid, kita akan disuguhi lantai yang menggunakan kayu parkit yang berkilat dan selalu bersih.

Pada aula utama, masjid ini tidak memiliki tiang penyangga.Tiang penyangga hanya ada di tepi bangunan untuk menyangga bangunan lantai dua.

Masjid Al Ukhuwwah ini memiliki rangka besi yang monumental. Rakitan rangka besi yang unik tidak sekadar hiasan, rangka besi ini sebagai pengganti tiang.

Rangka besi yang berada ditengah langit-langit bangunan berfungsi sebagai pengikat konstruksi masjid. Selain itu, ada juga kebesaran masjid yang terlihat pada selimut atap berbentuk bintang yang diimport langsung dari Itali.

Sementara itu untuk mihrab didesain ala Timur Tengah. Dinding mihrab terbuat dari batu marmer dilengkapi undakan yang menjorok ke dalam. Diujung undakan terdapat sebuah lempengan berwarna emas yang berisikan lafazd Surat Al Fatihah.

Di aula tengah, terlihat lampu utama yang digantung. Tatanan lampu gantung yang didesain oleh seniman Sunaryo tersebut terlihat megah dan elok.

Sementara untuk kamar mandi, toilet dan parkir tersedia di area basement. Kondisi cukup bersih, walaupun sudah mulai terlihat kurang terawat dan termakan usia.

Namun dibalik semua itu, ternyata di lokasi Masjid Al Ukhuwwah inilah, dulu pada masa Belanda pernah berdiri Loji Sint Jan, atau yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai “rumah setan”

Komentar

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *