Sekarang saya sudah bahagia

Kisah berikut ini, merupakan kisah nyata yang terjadi di Malang, yang bisa menjadi bahan inspirasi dan renungan bagi kita. Ada sebuah warung soto di Malang yang sangat laris.

Ketika selesai makan, seorang ustadz bertanya kepada pemilik warung. “Pak, warung bapak sangat laris, mengapa tidak buka cabang di tempat lain ?”, tanya ustadz. Pemilik warung menjawab, ”Mengapa harus buka cabang ?”, balik tanya pemilik warung.

”Lho, iya biar bapak dapat uang lebih banyak dan terkenal.”, jawab ustadz. Pemilik warung balik bertanya lagi, ”Kalau punya uang banyak dan terkenal, lalu untuk apa ?”. ”Agar bapak bahagia.”, jawab ustadz.

Pemilik warung dengan enteng berkata, ”Lho, sekarang saya ini sudah bahagia. Saya bisa shalat lima waktu, bisa membayar zakat, dan bisa mengurusi keluarga. Kalau saya punya warung banyak, belum tentu saya bisa begitu. Mungkin, saya lebih sibuk lalu lupa segalanya. Ini bisa membuat saya susah.”

Kemudian ustadz berkata, ”orang ini telah menggunakan akalnya.” Memang sang ustadz tadi hanya ingin mengetes saja orang ini.

Kisah tersebut bisa rekan2 lihat di Buku Mengubah Tidak Mungkin Menjadi Mungkin dari Pak Basuki Subianto.

Sudahkah kita menggunakan akal kita, seperti penjual soto tersebut ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *