Pembebas Hutang

Wajahnya lesu, langkahnya terlihat lunglai, tatapan matanya terlihat kosong, itulah Parto yang sore itu nongkrong di tempat Kang Soleh.

“Gusti Alloh nggak jawab do’a saya kang …” celoteh Parto.

“Lo…kok kamu punya pandangan seperti itu ?” tanya Kang Soleh  

“Iya lah kang…” 

“Kenapa kamu bisa ambil kesimpulan seperti itu ? ” 

“Kang Soleh, mungkin masih ingat do’a apa yang saya sampaikan sama Gusti Alloh, di tengah himpitan hutang – hutang saya ?” tanya Parto. 

“Iya…tentu, masih ingat..itu do’a bukan hanya buat kamu, tapi buat kita semua, termasuk saya…” 

“Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan waa’udzu bika minal ‘ajzi walkasali wa a’udzubika minal bukhli wal jubni wa a’udzu bika min ghalabatiddain wa qahrirrijal. (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari rundungan sedih dan duka, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan penakut, aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan penindasan orang). ” 

“Betul kang…do’a itu…” 

“Terus kenapa dengan do’a itu ?” 

“Kok, setelah saya berdo’a itu, debt collector ngejar nagih ke saya…kang.” celoteh Parto. 

“He…he..he…”Kang Soleh terkekeh-kekeh. 

“Emang kalo habis do’a itu, terus tanda diijabahnya do’amu, kalau yang kasih hutang ke kamu, pada ga nagih….gitu ?”tanya Kang Soleh. 

“Iya kang….” Jawab Parto singkat. 

“Kesimpulanmu yang kurang tepat ….” 

“Kurang tepatnya dimana kang ?”tanya Parto. 

“Pahami do’a yang kamu lafadzkan, renungi….. hayati….. dan yang tidak kalah penting adalah perbaiki adabmu dalam berdo’a.” 

“Tugas debt collector memang menagih, bagi kamu yang lebih penting adalah menghilangkan rasa khawatir dan resah atas apa yang sebenarnya belum tentu terjadi. Inilah makna al hammi, memohon kepada Alloh dari rasa khawatir tersebut.” 

“Justru panggilan dari debt collector tersebut, sebenarnya pintu pembuka untuk kamu menghilangkan rasa khawatir, duka, lemah,malas, kikir, penakut, beban hutang dan penindasan orang”. 

“Belum paham kang ……..” rintih Parto. 

“Datangi debt collectornya…. baru kamu bisa memahaminya….” Jawab Kang Soleh. 

Parto melongo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *