Muliakanlah Orang Beriman walau berbuat maksiat

Suatu ketika Syekh Ma’ruf al Karkhi rahimahullah dan beberapa muridnya menyeberangi sungai Tigris. Saat itu terlihat sekelompok orang sedang bermain-main, bermaksiat, danmemainkanmusik di sungai itu. Para murid berkata, “Syekh, berdoalah kepada Allah agar mereka binasa.”

Syekh kemudian mengangkat tangannya dan berkata, ”Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membuat mereka senang di dunia, buatlah mereka senang di akhirat.” Mendengar do’a itu para murid berkata, ”Syekh, kami meminta Anda mendoakan agar mereka binasa.”

”Apabila Allah membuat mereka senang di akhirat, berarti Dia menerima tobat mereka dan tidak ada sesuatupun yang akan mencelakakan mereka”.

Tak lama kemudian kelompok orang yang bermain musik tadi merapat ke darat, kelompok laki-laki turun dari satu sisi dan kelompok wanita turun dari sisi yang lain. Lalu mereka berwudlu dan tertobat kepada Allah swt. Kelak, diantara mereka ada yang menjadi zahid dan abid berkat do’a Syekh Ma’ruf al Karkhi.

Begitulah sikap seorang arif, ketika melihat sekelompok saudaranya dalam gelimang maksiat. Ia tidak serta merta membenci saudara-saudara tersebut, justru mendo’akan pertolongan dari Allah swt.

Hal inipun sesuai dengan perkataan Syekh Abu al Hasan rahimullah, ”Muliakanlah orang beriman meskipun berbuat dosa dan maksiat. Suruhlah mereka berbuat baik dan cegahlah mereka dari kemungkaran. Jauhi mereka dengan perasaan kasihan, bukan dengan merasa lebih mulia dari mereka.” Selanjutnya Syekhpun berkata, ”Seandainya cahaya mukmin yang berdosa disingkapkan, niscaya ia bisa menutupi ruang antara langit dan bumi. Apakah lagi cahaya seorang mukmin yang taat ?”

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *