Cintailah Hartamu

Alhamdulillah, hari ini saya dipertemukan dengan orang yang memberi nasihat, masukan buat saya pribadi, dan saya yakin bermanfaat juga buat kita semua. Saya ketemu juga baru pertama kali, ketemu saya juga bukan di Masjid, atau di Pesantren, atau pas lagi ngikuti pengajian. Ketemu saya di proyek.

Jangan bayangkan sosok orangnya pakai surban putih, berbaju gamis, tidak !!! Orangnya biasa aja, pakai celana jeans, berjaket dan bertopi, serta berjenggot cukup panjang. Tapi, sebenarnya bukan ini fokusnya. Diantara obrolan menarik lainnya, satu hal adalah sebuah ungkapan yang menyebut, “Cintailah Hartamu….”.

Continue reading “Cintailah Hartamu”

Do’a Rosulululloh ketika menghadapi kesulitan dan kekhawatiran

 

Manusia memiliki kelemahan dan kekurangan. Tanpa pertolongan-Nya, manusia tidak mungkin dapat berdiri dan melangkah dengan pasti. Salah satu pintu mendapat pertolongan-Nya adalah melalui doa. Doa mencitrakan ketundukan dan kepasrahan kepada Yang Maha Mengabulkan Doa. Justru ketundukan itu bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang bersinar terang.

Rasulullah Saw. bersabda, “Doa itu adalah senjata orang beriman, sendi agama, dan cahaya langit serta bumi.” (HR. Al-Hakim)

“Tidak ada gunanya menghindar dari qadar, sedangkan doa mendatangkan manfaat terhadap apa yang sudah turun dan terhadap apa yang belum turun. Sesungguhnya, musibah itu benar-benar turun. Lalu, doa menghadangnya hingga keduanya saling menyerang sampai hari kiamat.” (HR. Al-Hakim)
Continue reading “Do’a Rosulululloh ketika menghadapi kesulitan dan kekhawatiran”

Menemukan Makna Sakit

 

Siapapun kita, pasti pernah mengalami rasa sakit, walaupun sakit ringan seperti tertusuk duri.

Sakit itu hinggap ke siapa saja, Baginda Rosululloh SAW saja pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud.

Sakit juga mendera Imam As-Syafi’i dengan penyakit wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu, juga Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa.

Melalui sakit pula, menjadi jalan bagi sahabat Ubay bin Ka’ab lebih dekat kepada Alloh, mengapa ?

Suatu ketika ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi S.a.w tentang penyakit yang dialaminya, dan apa yang akan diterimanya karena penyakitnya tersebut.
Continue reading “Menemukan Makna Sakit”

One Day One Juz

Suatu sore, istri saya terlihat tidak seperti biasanya. Ia melakukan tilawah lebih banyak dari biasanya. Setahu saya istri saya tilawah bisa dihitung dalam hitungan lembaran mushaf saja, namun sekarang terlihat lebih lama.

Setelah ditanya, ia menjawab ia ikutan ODOJ, apalagi ini ? tanya saya dalam hati. Eh…. ternyata ODOJ itu One Day One Juz, sebuah program yang digagas secara kreatif untuk melakukan tilawah dalam satu grup, ada yang menggunakan whatssapp, ada juga yang menggunakan BBM.
Dalam satu grup terdiri dari 30 member, dengan target satu member bisa melakukan tilawah dalam satu hari satu juz, maka dalam satu hari dalam grup tersebut, 30 juz bisa dikhatamkan. Begitu berlanjut setiap hari, sehingga, dalam kurun waktu satu bulan secara personal juga khatam 30 juz.
Kalau hanya melakukan tilawah, ngapain harus ikutan dalam grup, tilawah sendiri juga bisa kan ?

Sayapun asalnya berpikir seperti itu, namun ternyata…. tilawah dalam satu grup, ibarat kita tilawah berjamaah, dan yang namanya jamaah, tentu kekurangan kita bisa ditutupi dari kelebihan yang lain. Selain itu sesama member bisa saling mensuppport satu sama lain.

Rasanya, sungguh berat bila harus menyelesaikan satu hari satu juz.

Yah…. dibilang berat, ya berat bagi yang belum terbiasa, namun fakta membuktikan bahwa justru dengan berjamaah, menyelesaikan satu juz dalam satu hari ternyata LEBIH RINGAN dibanding sendirian.

Jadi,

Seandainya sahabat bisa merampungkan bacaan novel yang tebalnya beratus – ratus lembar saja bisa dilakukan, bagaimana mungkin membiasakan membaca pedoman hidup kita tidak bisa ?

Seandainya sahabat seorang penulis, yang bisa menghabiskan berjam – jam untuk menulis, bagaimana mungkin membaca wahyu Illahi yang membutuhkan 50 menit tidak bisa ?

So…. gabung bareng di One Day One Juz, dan selamat menikmat jamuan terindah dari Alloh SWT.

Si Nenek Renta Kebelet Haji

Tidak seperti biasanya, sore itu memang terlihat terang. Mendung yang awalnya muncul di siang hari, justru menjelang sore sudah menghilang.

Terlihat di rumah Kang Soleh seorang nenenk cukup renta, setia menunggu. Badannya sudah keriput, namun wajahnya masih terlihat sumringah.

Nenek Warti, penjual sayuran di pasar sebelah sedang duduk di rumah Kang Soleh.

“Saya, semalam nggak bisa tidur …. , ada yang saya fikirkan.” kata Nenek Warti. 

“Halah…. mikir apa nek ? sudah…. nenek harus bersyukur, dikasih umur panjang sama Gusti Alloh.” jawab Kang Soleh. 

“Justru, karena bersyukur…. saya semalam ga bisa tidur ?” 

Kang Solehpun sedikit tertawa lirih mendengar kalimat Nenek Warti.

“Begini…. saya ini sudah tua, hidup pas – pasan, namun… alhamdulillah saya diberi umur panjang. Namun ada satu hal yang membuat saya iri kepada yang lain ?” 

“Apa yang membuat iri, nek ?” 

“Saya pengin haji…. kangen banget saya,, pengin lihat rumah Alloh.” 

Tertegun sebentar Kang Soleh.

“Begini nek, …. jangan lupa setiap sholat berdo’a semoga Alloh mengabulkan keinginan nenek untuk bisa pergi berhaji.

Selain itu, saya mau bercerita nih nek, sebuah kisah yang terjadi di jaman Rasululloh.

Sekelompok orang-orang fakir miskin datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 

“Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua kedudukan yang tinggi serta kebahagiaan yang abadi dengan harta memreka. Mereka shalat dan berpuasa sebagaimana yang kami lakukan. Akan tetapi mereka mempunyai harta untuk menunaikan haji; umrah dan bersedekah.” 

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sukakah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat mengejar orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan tidak ada yang lebih utama dari kalian, kecuali mereka melakukan seperti yang kalian lakukan?” 

Mereka menjawab, “Baiklah ya Rasulullah.” 

Rasulullah SAW lalu bersabda, “Setiap selesai sholat bacalah olehmu Tasbih (Subhanallah); Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahu Akbar) masing-masing sebanyak 33 kali. 

Jadi nek… maksud saya, dengan membaca setiap selesai sholat bacalah olehmu Tasbih (Subhanallah); Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahu Akbar) masing-masing sebanyak 33 kali, Insya Alloh nenek sudah mendapat pahala seperti orang yang pergi haji.

Wallohu a’lam.